3- Check

Aku tak paham mengapa kalian suka sekali dengan kalimat itu. Mungkin aku yang terlalu polos hingga tak menyadari bahwa itu nama kalian sendiri. Atau mungkin aku yang terlalu cuek, hingga abai hal sekecil dan sederhana itu. Kalian memang hebat untuk mampu bahagia. Mungkin, itu mengapa aku dipertemukan dengan kalian. Kalian tak pernah meminta banyak, bukan manusia gila panggung, yang bahkan aku tak sanggup. Allah Maha Tahu, itulah mengapa aku dipertemukan dengan kalian semenjak tahun lalu.

Berawal dua tahun lalu, menjadi pembimbing kamar kalian di lantai dua, dengan wajah-wajah polos, hinga-bingar barang bertumpuk tak karuan, pakaian tak bernada, hingga makanan dan minuman tercampur aduk dengan perkakas menuntut ilmu. Jika kali pertama melihat, risih mungkin. Tapi, mereka adalah elemen. Elemen yang menghantarkan kalian dewasa. Bahkan, jika perlu diingat, elemen-elemen itulah yang menjadikan kalian sesuatu hingga seseorang di masa depan nanti.

Mungkin, aku terlalu banyak berteori. Tapi, itulah lemahnya orang filsafat. Kebanyakan teori, ketika dihadapkan dengan realita, ia melemah, menciut, lantas pergi meninggalkan.

Kembali ke awal judul tulisan ini dibuat. Usai meminta kalian menuliskan jutaan hingga milyaran kebaikan teman-teman kalian sendiri, tak pelik kulahap kata demi kata, kalimat hingga paragraf yang tentu beraneka bentuk, rapi bak berbaris ketik komputer, miring layak naik-turun gunung, hingga berantakan seperti cacing di bawah tanah. Beberapa lembar dari tangan-tangan mungil kalian tuliskan kata itu. Aku tak paham

Tapi, melihat keseruan, keramahan, kebersamaan, harmonisme saling mem-bully, ng-rep bahasa kalian, hingga menertawakan tak dinyana menjadikan kalian tampak lebih dewasa di mata ini. Jauh berbeda berbanding kalian setahun lalu. Mungkin paham atau tidaknya kalian tak penting bagi sosok kalian sekarang. Tapi, suatu saat, kalian akan mengenang hari ini. Betapapun itu…

Itulah mengapa, lembaran ini menjadi saksi. Esok, nanti, hingga kesekian waktu lagi.

Semoga kalian tak akan lupa, betapa banyak kebaikan di dunia ini. Yang tentu menjadikan sayang itu ada hingga tumbuh tertanam jauh di dasar samudera.

Madinah 210, hissoh 4, 12 September 2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s