Segala yang Dari Hati, akan Kembali Untuk Hati

Ini bukan kisah baru. Meski, aku sendiri masih seringkali tersenyum sendiri, geli akan cerita lalu. Cerita Hari Ahad. Jam Pelajaran Pertama, dengan mata pelajaran yang kuampu tak begitu sulit. Kelas siswi akhir, tak heran jika mereka begitu antusias. Bertempat di sudut gedung, di bawah tangga, tak jauh dari kamar belakang. Meski terkesan kecil, tapi kelas itu begitu hangat. Hangat akan kebersamaan.

Aku berdiri seorang di hadapan mereka. Tentu, aku seorang guru berjiwa kakak kelas, dan mereka, adalah adik-adik kelasku dulu, yang kini berstatus sebagai anak didikku. Jika perlu diulang, satu-dua dari mereka satu asrama denganku, bercengkrama-berbagi air dan makanan, saling menyemangati kala ujian tiba. Bergantian piket kamar, hingga bahkan merawat jika satu sama lain jatuh sakit dirundung malang.

Meski berbeda, tapi tetap sama. Mereka mengenaliku, seiring mereka menghormatiku. Terutama hari itu. Jika bukan karena rencana Allah, mengapa perlu berfikir panjang?

Satu di antara mereka ada penanggung jawab paket dan wesel. Sebut saja staf Administrasi. Tak ada kabar terdengar di kedua telingaku, sekiranya ada paket sederhana untukku. Tak berbungkus kardus, hanya plastik bening yang bahkan siapapun bisa menengok apa isi paket itu. Dan pelajaran hari itu tak ubah menjadi pelajaran hidup. Hanya bermodal pembahasan di atas papan tulis, tertinggal menjadi sebuah cerita diri yang telah terjadi Ramadhan lalu.

Mereka meminta. Dan ini bukan kisah yang sepele. Bagiku, itu keajaiban. Keajaiban yang sudah pasti dirancang dan direncanakan oleh-Nya. Bukan hal yang sulit untuk-Nya membalikkan hati hamba-hamba-Nya. Kita hanya cukup meminta, ikhtiar, hingga tawakkal.

Satu lagi yang terpenting. Apapun yang dari hati, akan kembali untuk sang hati pula.

Aku tak menulis serangkaian kisah itu. Mungkin nanti. 45 menit kisah itu tak habis di lisan saja. Mereka ada yang menangis. Meski aku tak mengerti, apa yang perlu ditangisi, bagiku cukup dipahami. Itu hanya secuil daripada keajaiban-Nya.

Terima kasih. Bahkan, kalian mau mendengar dan membacapun, itu karena-Nya bukan?

Satu hal dari serangkaian kisah itu. Apapun yang dari hati, tentu akan kembali menuju hati.

Ahad, 30 Agustus 2020

Al-Azhar 111

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s