Saksi Bisu

Ada Apa

Petang menjelang, satu-dua mentari ‘kan menghilang

Licauan burung menjauh, seakan asmara perlahan luluh

Jingga menghiasi cakrawala, bertanya hati ada apa

Langit menyaksikan. Adanya ribuan kejadian

Benturan pemikiran, bak tepung menjadi adonan

Tapi, adonan ini tak selezat lidah di rasa

Justru pahit menusuk jiwa nan raga

Cahaya di nanti, selagi memperbaiki diri

Siapa gerangan hendak mengawali

Keperdulian hilang kehancuran datang

Bukan fisik yang diserang, namun kalbu terserang

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s