Kenapa Mereka Disebut Begitu?

Aku kembali.

Bertanya dan berfikir lagi.

Mengapa gedung itu bernama Cordova, Andalusia, Ghaza, Baghdad, Thoif, Hijaz, Teheran, Lahore, Syanggit, Aligarh, As-Syifa, Karbala, Tripoli, Al-Azhar, dan Madinah

Herankah hati enggan bertanya?

Gedung itu bernama Al Azhar, karena kyai kami ingin kami menuntut ilmu bak di Al Azhar, Kairo, Mesir, bercakap dengan bahasa surga dan bahasa dunia. Mengemban ilmu seperti yang dituntut oleh para pendahulu kita. Aqidah, fikih, syari’at, agama, ekonomi, hukum, begitu banyak ilmu di setiap sudut gedung berlantai tiga. Bercengkrama, bergelak tawa tanpa melanggar ketentuan-Nya. Menikmati dunia sesaat yang begitu fana.

Gedung itu bernama Madinah, sama layaknya sebuah gedung yang bertetangga dengannya. Ingin hati kyai, sang santri belajar meresapi ‘Madinah’ di Indonesia. Menuntut ilmu, mengais hikmah. Memahami mana benar dan salah.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s