Kenapa Dia Bernama Syiria ?

Salam pagi

Kini, aku lebih dulu datang ketimbang sang mentari. Kusapa sebelum dia menyapa. Hendak diri berjalan-jalan menikmati hawa. Bersapa dengan embun, bercengkrama dengan alam. Semoga mendengar kabar baik di balik seribu diam. Tak dinyana, beberapa senyum kecil menghampiri. Menelisik di balik keraguan hati. Kubalas senyum, lantas kemari

‘Apa kabar?”

Tanyaku tanpa sadar. Meski diri ini tak mengenal. Gelak tawa mereka pecah renyah didengar. Lantas mereka bercerita

Apa gerangan terjadi sepanjang masa

Aku menyadari. Mengapa mereka hidup di sana. Sebuah gedung bernama Syiria

Syiria.

Sebuah negara kecil yang mengandung banyak jiwa masa depan. Dengan jutaan harapan negara yang tak henti dari tembaka rudal. Snipper dan meriam tak kalah andal.

Mereka membutuhkan pertolongan. Atau bahkan sekedar belaian.

Itulah mereka.

Mereka yang tertawa polos di hadapan diri yang lemah ini. Sangat dan bahkan lebih dari itu. Membutuhkan siapa gerangan. Mengartikan jati diri dan ribuan motivasi.

Mereka ingin ada tangan membelai mereka. Hadir di kalam mereka ingin bercerita. Sayang ketika mereka meminta dimanja. Marah ketika mereka memang berdosa.

Mungkin, seperti itulah gedung ini.

Setiap sudut memiliki cerita. Setiap gerak memiliki makna.

#Gedung bertingkat dua, berdinding hijau tua dan muda, berpadukan dengan dua pohon sakura penghias di depannya. Tangisan, canda, Tawa, gurau, egois, amarah, gelisah beradu bak hidangan nikmat tak kalah rasa.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s