Wang Shai Tong, Air terjun Istana Emas

images

Jum’at barokah.

Seusai menimba ilmu dari ragam objek yang kita datangi. Ragam kebudayaan, adat, tradisi, dan apapun itu. Catatan, laporan, tukar-menukar uang, timbang-menimbang bagasi, koper, tas, tiket terminal, berganti bis, oleh-oleh. Dan apapun itu, semua telah terhalangi dengan baik dan lancar.

Berujung ke sebuah pariwisata di Satun. Sebut saja di Indonesia, arung jeram. Setelah bermandikan air terjun di balik pepohonan. Puas berfoto ria di air terjun itu berkendaraan mobil kami menuju “destinasi” utama kami.

Adalah 10 menit bas kami sampai. Dengan semangat membara kami melompat dari bas. Dan beranjak melihat deretan rompi (katakanlah rompi, karena aku tak tahu apa namanya) dan perahu selancar, beserta dayungnya.

Sandal terlepas, sontak berselfie ria, bergaya dengan rompi dan dayung. Berbagi kelompok yang berawal satu perahu dua orang, menjadi satu perahu 3 orang beserta guide yang menyertainya.

Lalu, 1..2..3…

Rafting ! Dimulai !

Awal perjuangan ketenangan merayapi diri kami. Namun, seiring berjalannya waktu. Perahu yang dinaiki grupku (aku, picheng, septi) terombang-ambing, perahu terbalik, dayung tersangkut, menabrak pohon, menyangkut di dedaunan, hingga ketika sampai di ujung terjunan air perahu kami terbalik !!!

Dengan kemampuan renangku yang bernilai NOL BESAR alias sama sekali tak bisa. Aku tenggelam di bawah kapal. Hendak tangan menggeser kapal. Namun, daya tak kuat. Ha…tubuh kecil mungkin sebabnya. Meski seharusnya aku tenang ketika itu. Namun, apa yang di benak seorang yang sama sekali tak ada pengalaman dalam air ?

Untung-beruntung. Septi, kawan berkacamata di depanku mampu berenang, sontak ia menarik kursi ke atas. “Jinjit..jinjit, fah….”

Haaaa… Dengan segala kekuatan dan keyakinan menipis (karena kupikir aku akan mati dalam sana….haaaa..anggap saja aku lebay ketika itu, namun jujur aku takut disana..😂)

Sekitar 5 menit aku mengembalikan nafasku. Menemukan udara di tengah kesibukan tangan mengepak dalam air. Terdengar sayup-sayup kawan memanggil namaku. Tampaknya dari grupku hanya aku yang belum terlihat.

Sungguh, aku tertawa terbahak mengingat diriku beberapa detik lalu terkalahkan dengan sekulak air di sekitar.

Butuh dua menit untuk berenang menuju batu karang yang tampak menonjol di tengah sungai ini. Batu yang menjadi tempat parkir kapal grup dua orang temanku.

Kisah grupku tak hanya berhenti disitu saja. Picheng, kawan berkacamata gendut itu masih tersendat di seberang. Satu kapal bersama ershy dan Soimah. Teriakan, dorongan, dan dukungan kami layaknya tak ampuh untuknya. Sembari menunggu grup terakhir. Ustadz Ridwan, Mirza dan rope’. Kami masih meminta picheng kembali ke grup kami.

Namun, sepertinya kejadian tenggelam tadi menimbulkan keterkejutan baginya. Sontak kuteriakkan, “Ya, udah lewat atas aja. Jangan nyebrang sungai!!”

Tepat, rombongan terakhir tenggelam seusai melewati arus deras air mengalir. Picheng meraih perahu kami. Lantas kami menaiki, dan memulai perjalanan kami.

Perjalanan dimulai lagi. Kali ini, arus tak begitu deras. Tenang, damai mengalir layaknya hukum kehidupan, sembari menikmati khidmat ketenangan hutan, sunyinya bebatuan, atau terkadang kesulitan kami, ketika arus air mengharuskan perahu kami terbalik atau berbalik arah melewati ranting pepohonan bak jarum yang menyisakan goresan-goresan kec di sekitar tangan, kaki, atau wajah. Namun, kami lewati dengan tawa bahagia.

Sekitar 5 kilo jarak yang kami dayung (mungkin saja, hehehe….).

Perjalanan 5 kilometer itu berujung pada sebuah gua besar yang akan kami lewati. Dengan 4 perahu dengan dua guide berbekal lampu bulat melingkari kening mereka berdua dari pihak rafting siap menemani kami.

Maka, dimulailah petualangan kami.

“Krik..krik..”

Sontak kami terperanjat. Suara melengking yang mengejutkan sejenak. Tak diduga beberapa kelelawar keluar. Tampaknya terkejut, tertimpa sinar lampu dari guide kami. Namun, kami tak berteriak. Hanya sekedar mengucapkan sholawat, tasbih, atau bahkan takbir. Karena mengingat gua ini pasti belum pernah dibacakan kalimat-Nya. (Atau mungkin sudah kami tak tahu) 😋

Gua itu teramat besar, bagi kami yang sama sekali belum pernah memasuki gua. Mendayung sepekan mungkin. Mengikuti petunjuk dan arahan dari guide kami.

“Cpak”

Kami terkejut. Ada ular kecil meloncat.

But, it’s fine. Dia meloncat kembali ke dalam air. Tampaknya dia lebih nyaman disana. Huft, kami menghela nafas

Sekitar jam satu siang kami mendapati secercah cahaya di ujung sana. (Jujur, sobat. Gua itu amat sangat dalam. Dan GELAP)

Teriakan Hamdallah kami tampak begitu kencang. Entah mengapa, sebersit tawa terdengar dari guide kami. Meski mereka tak memahami apa yang kami bicarakan. Namun, tampaknya mereka merasakan ketakutan yang kami alami. Hahaha… maklum kawan, this the first experience we got itu 😝

Ha…sejenak kami menghela nafas panjang. Meski sempat terbersit apakah kami mampu keluar dari kapal ini ?

Atau akan terjebak dalam gua ini ?

Dingin menjalari bulu kuduk kami. Namun, ia pergi begitu saja sembari kami menunggu mobil datang menjemput kami. Berharap mobil. Namun, “pickup” lebih datang dulu. Berbekal perahu dan dayung yang kami gunakan.

Maka, sontak berbasah-basah, baju, kerudung, wajah kumus kami mengarungi jalanan yang tampaknya sejauh 5 kilo menuju awal gerbang keberangkatan.

“Setelah tenggelam belasan kali, tertimpa angin pula. Kerokan semualah nanti….😋”, Sahutku, mengingat semalam picheng baru saja aku “keroki” merahlah sekujur punggungnya. Angin menguasai dirinya.

Bagaimana ini nanti ?

Selepas itu, segera dua kloter berganti. Ada yang mandi, makan pagi rampel makan siang, ada pula yang sholat.

Fresh care, Antimo, kayu putih keluar semua dari tas dan koper. Tampaknya angin mulai menjalari tubuh, sobat.

Tapi, siapa tahu akan datang hari ini ?

Bisa jadi, hari ini tak akan terulang untuk kedua kalinya, sobat….

Kapan kita bisa rafting kedua atau bahkan sekedar berkumpul, berlibur bersama, guys….🤗

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s