Lonceng Pengatur Waktu

download

“Teng..Teng”

Siapa tak kenal dengan Si Pengatur Waktu.

Lonceng bercat emas, berdiri dengan gagahnya tak pantang takut. Baik itu siswi kelas satu hinggga siswi senior. Tak pandang bulu ia berdentang. Dentangan yang terkadang membawa kebahagiaan seperti halnya usai pelajaran keenam, usai latihan pidato, pelajaran sore, datangnya istirahat jam pertama atau kedua, tiba waktu makan malam, atau apapun itu yang membawa makna ‘kebebasan’ untuk beberapa jenis manusia tertentu.

Namun, ada kalanya dia membawa ribuan dan bahkan trilyunan prasangka tak kasat mata, layaknya, bel pertanda latihan pidato, pembukaan pramuka, pelajaran sore, dan yang lebih menengangkan lagi, ketika jam akan masuk sekloah (bel ketiga), bel berangkat ke masjid ketika waktu maghrib, atau khusus untuk mereka yang terpanggil di gedung OPPM lantaran bersalah dan siap masuk untuk peng-hakiman, penindak keadilan dan kebenaran haqiqi. Bagi mereka, bel itu pertanda jembatan menuju terbukti atau tidaknya dia bersalah. Sekalipun dia memang bersalah. Maka, bel itu layaknya jembatan sakaratul maut, terbayang sudah jajaran hukuman menanti, dari hukuman bebersih sekeliling pondok, menghafal beberapa pelajaran tertentu, berjemur di beberapa rayon tertentu, mengenakan papan nama bertuliskan ribuan kesalahan fatal yang dikeluarkan dan segala rentetang hukuman.

Tiap dentangannya memiliki makna. Satu dentangan ketika ujian pertanda dibagikan soal, maka siap menjawablah para santri, dua dentang bisa dimaknakan bel istirahat pertama, bel kegiatan  bisa berarti berganti kegiatan dari satu kegiatan ke kegiatan lain.

Dentangannya menghasilkan ragam dinamika kegiatan yang terhitung makna dan hikmah di dalamnya. Dengannya kita bisa menjadi lebih baik, atau bahkan sebaliknya.

Ibarat detak jam raksasa untuk ribuan santri. Tanpa dia, dilupakn kita oleh waktu. Atau bahkan kita tertelan dengan kenikmatan waktu. Bukan jam biasa, karena sang pemilik jam ini pun bukan manusia biasa. Hanya beberapa manusia tertentu yang bisa jadi telah lolos akan dentangan jam ini atau bahkan dia tengah dilatih akan ketepatan dan kedisiplinan. Meski begitu, bukan berarti dia tak disayang, justru tak asing dia dijadikan hiburan atau harapan para santri junior untuk sekedar menyentuh apalagi membunyikannya. Karena ia memang begitu istimewa di hati. Apa lah arti ribuan bahkan jutaan sistem tanpa ada yang menstabilkannya?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s